Di sebuah alam semesta pararel, hidup tiga makhluk homo sapiens[1] jantan yang dipanggil Anji, Nugget dan Udin. Mereka sedang menjaga kebun durian milik Pak Kevin saat malam minggu. Di tengah tempat yang seperti hutan itu, mereka bertiga sedang ngebacot di pondok.
“Ikan apa yang sering berhenti?”tanya Nugget kepada kedua makhluk yang lain.
“Ikan pingsan.” jawab Anji.
“Salah.”
“Ikan kejang-kejang.” jawab Udin.
“Kalau kejang-kejang ya bergerak terus. Ayo tebak tross, gue mau lihat otak upil kalian menderita.”
“Kasih tahu aja jawabannya. Kami sudah tebak-tebak tadi.” paksa Anji.
“Jawabannya. Ikan Pause. Wkwkwkwkwk”
Raut wajah Anji dan Udin menjadi datar ketika mendengar jawaban itu membuat Nugget tertawa saking jelek mukanya.
“Receh.” kata Anji.
“Kalau receh, kenapa kalian ga ikut ketawa?” tanya Nugget
“Nggak ah. Soalnya ada jangkrik tuh yang nemenin lu ketawa.”
Anji dan Udin tertawa karena ejekan tadi.
“Giliran ngebully aku pasti kalian ketawa, dasar!”
“BTW gue ngeliat Nugget ditembak sama Rina anak 3 IPS. Anehnya ni bocah malah nolak padahal Rina cantik gitu.” kata Udin sambil melotot ke Nugget.
“Itu bukan ngeliat namanya, tapi itu ngintip bajing! Terus gue nolak karena gak kenal sama orangnya.” jawab Nugget.
“Halah, bilang aja kamu tu guy.”
“Gue sunat bola lo kalau gue beneran guy.”
“Santay, he-man[2]. Becanda.”
“Paan sih? Memangnya gue pernah memperlihatkan ketertarikan ama makhluk berbatang.”
“Kamu kan gak punya alasan lain untuk nolak dia.”
“Sumpah kalau gue ngedapetin lo lagi mengintip, gue bakalan amplas muka burik lo.”
“Gak ngintip, cuman kebetulan ngeliat aja.”
“Kebetulan yang disengaja itu mah.”
“Tapi. Sadar gak sih, kalau sebenarnya anjing yang terlatih bisa lebih pintar daripada manusia seperti lo?”
“Sadar gak sih kalau otak lo sibuk dipakai buat hal yang gak berfaedah. Terus kamu sadar gak kalau Anji tiba-tiba menghilang.” kata Nugget sambil melihat sekeliling, mencari Anji yang tiba-tiba menghilang.
Tiba-tiba Anji datang membawa durian.
“Sadar gak sih kalau mulut kalian sibuk ngepet sampai kalian lupa tujuan kita disini.” ejek Anji.
“Halah bacot lu padahal cuman dapat satu.” balas Udin.
“Babi! Coba kita tanding siapa dapat lebih banyak.”
“Gimana kalau yang dapat paling banyak bisa numpang hotspot yang dapat paling sedikit buat minggu depan?” kata Nugget.
Terdengar durian jatuh.
“Aku ambil duluan ah, kalian bacot aja disitu.” Kata Udin sambil berlari duluan mencari duriannya.
“Woy tunggu lo babi gundul!”kata Anji sambil mengejar Udin.
Nugget hanya bisa duduk dan melihat kedua sahabatnya saling berteriak satu sama lain. Sesaat setelahnya, kepala Udin tertimpa durian.
Bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar