Kamis, 04 Juni 2020

2.) Di Sekolah

            Setelah kepala Udin tertimpa durian, dia langsung dilarikan oleh Anji ke rumah dukun setempat karena rumah sakit jauh. Sedangkan Nugget tidak sadar apa yang terjadi dan masih menjaga kebun. Nyawa Udin pun terselamatkan. Tetapi karena dia tidak punya uang untuk membayar pengobatannya, Udin harus menjadi babu pembantu dukun tadi selama 2 hari.

            Lusa, hari senin. Di SMA tempat mereka bertiga bersekolah. Saat jam istirahat pertama, Nugget sedang menebar pesona di toilet. Tiba-tiba datang teman sekelasnya, Steve. Dia terheran-heran melihat kelakuan Nugget yang satu ini.

“Woy, buat karya (air) seni tuh jangan dilantai, nanti kalah bau lantainya sama toiletnya!” katanya.

“Hah, ngapain lo datang-datang otak kubus? Orang lagi sibuk ni.” Kata Nugget tanpa menoleh sedikitpun.

“Gue mau BAB. Tapi kalau kamu peepees dilantai nanti baunya bikin gue sembelit. Terus nanti gue juga yang disangka bikin.”

“Orang ini bukan air kencing kok. Coba lu cium dari deket.”

“OK, awas kalau lu bo’ong.”

            Steve pun jongkok dan menghirup aroma cairan kuning yang berada di lantai.

“Hmm, kok ga ada baunya.”

“Cium dari deket.”

            Steve pun mencium lantainya. Kemudian dia berdiri dan berkata.”

“Pahit. Tapi kok harum.”

“Steve, aku akan jujur tapi kamu jangan marah.”

“Paan?”

“Tadi aku gak suruh lu cium pake bibir tapi pake hidung. Dan juga...”

            Nugget menodongkan botol pembersih lantai yang daritadi dia pegang, tapi tidak disadari oleh Steve.

“Tadi aku disuruh ngepel WC.” Lanjut Nugget.

“Ooh. Nugget, bisa temani aku ke UKS?”

“Ya.”

            Saat mengantar Steve ke UKS, Nugget melihat Arya, ketua kelas mereka.

“Arya. Sinih, guk guk.” Kata Nugget sambil membuat gerakan tangan untuk memanggil anjing.

“Kenapa, kamu sudah selesai?” tanya Arya.

“Belum, tapi si Steve ni minta dianterin ke UKS.”

“Ngapain kamu mau pergi ke UKS Steve? Lagi datang bulan.”

“Woy, gak usah ngomong sembarangan, orang lagi menderita nih.” Kata Steve sambil memegang perutnya.

“Dia tadi di WC dia minum extra joss rasa lemon, terus tiba-tiba minta dibawa ke UKS.” Kata Nugget.

            Tadi Steve sedang berpikir keras tentang apa yang ingin dia tulis di surat wasiatnya, sehingga dia tidak mendengar kebohongan Nugget.

“Ya udah. Aku anterin Steve ke UKS, terus kamu lanjutin aja tugasmu.”

“Yes. Tengkyu.” Kata Nugget sambil membalikkan badan untuk pergi ke WC.

            Nugget pun menyelesaikan tugasnya pas saat bel masuk berbunyi. Saat istirahat kedua, Nugget sedang makan di kantin. Anji datang menghampiri Nugget.

“Woy kenapa lo hari itu gak tolongin kami?” kata Anji sambil duduk didepan Nugget.

“Hah, harusnya gue yang nanya kemana kalian hari itu pergi.” Balas Nugget dengan wajah kesal.

“Kemarin Udin kepalanya kecium durian. Gue larikan ke rumah dukun terdekat. Tapi karena ga bawa duit, jadinya Udin harus jadi ba- maksudku pembantu si dukun. Padahal kasihan karena si Udin itu anak kosan.”

“Iya juga ya. Tapi kan biasanya kamu lebih miskin daripada Udin.”

“Gausah ngeledek, nyet!”

“Ya iya. Nanti kita datangi Udin.”

“OK.”

            Karena kebaikan hati mereka berdua pun membatalkan rencana bertemu Udin dan malah mabar.

Bersambung                    

Kejadian dalam cerita harus disikapi dengan baik dan jangan ditiru!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar